Kala gemulung awan menghambur
Rembulan terbentur
Menanti hembus sepoi
Menyibak bulir kelabu hingga
Percik benderang kembali menghias
Gumpal awan hanya kepul asap
Nafasnya serupa... fatamorgana
Menguap lalu lenyap
Atau leleh menuju gerimis
Rembulan……..
Kerlingmu dicecap seluruh
Laksana melodi
Ketika bumi berdansa
Mari riang-riang
Jangan lipat senyum
Dalam tumpuk awan berarak
Label:
My Puisi
|
komentar (0)
0 komentar:
Post a Comment
Silahkan pilih account yang sesuai dengan blog/website anda (LiveJournal, WordPress, TypePad, AIM).
Pada opsi OpenID silahkan masukkan URL blog/website anda pada kotak yang tersedia.
Atau anda bisa memilih opsi Nama/URL, lalu tulis nama anda dan URL blog/website anda pada kotak yang tersedia.
Jika anda tidak punya blog/website, kolom URL boleh dikosongi.
Gunakan opsi 'Anonim' jika anda tidak ingin mempublikasikan data anda. (sangat tidak disarankan). Jika komentar anda berupa pertanyaan, maka jika anda menggunakan opsi ini tidak akan ditanggapi. Lebih baik anda gunakan pilihan dibawah ini:
Jika ingin komentar anda tidak dipublikasi, silahkan klik disini
Masih kesulitan juga membuat komentar? silahkan klik disini